Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Penelitian Tentang Cara Islam Menyembelih Sapi Membuat Orang Barat Terkejut

18:25 0
sembelih sapi image www.facebook.com/id.torch/
Assalammualaikum
Orang Barat Terkejut Dengan Cara Islam Menyembelih Sapi
Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut.
Simak penelitian ini.
1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari'atnya membuktikan penelitian ilmu modern.
2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?
3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.
4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.
5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.
6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.
7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!
8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:
Penyembelihan Menurut Syariat Islam
Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:
Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.
Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.
Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).
Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.
Penyembelihan Cara Barat
Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).
Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).
Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.
Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.
Bukan Ekspresi Rasa Sakit!
Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!
Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.
Subhanallah… Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini.
Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan yang tersimpan di dalamnya.

sumber: FB TORCH/www.facebook.com/id.torch/posts

Inilah Gunung Berapi Eksotis Untuk Trekking di Indonesia

20:19 0
Dihiasi dengan pegunungan dan gunung berapi ditutupi oleh hutan hujan tropis, Indonesia merupakan salah satu tempat paling eksotis di dunia untuk trekking gunung tropis dan pengamatan gunung api. The Indonesia Ring of Fire berjalan melalui Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda dan kemudian naik ke Maluku.
Berikut adalah gunung berapi yang terbaik untuk mendaki di Indonesia :

Gunung Krakatau
Gambar Courtesy: Ben Beiske digunakan di bawah Creative Commons Licence
Letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 telah tercatat sebagai salah satu peristiwa vulkanik yang paling kejam yang pernah tercatat. Gunung Krakatau masih sangat banyak gunung berapi yang aktif dan scaling itu akan membutuhkan berkemah malam di Pulau Rakata, di mana pandangan letusan Krakatau bisa disaksikan pada malam hari. Yang satu ini pasti harus-kunjungan .

Gunung Bromo
Gambar Courtesy:  Giovanni Damiola digunakan di bawah Creative Commons Licence
Gunung Bromo merupakan salah satu gunung yang paling ikonik di Indonesia. Hal ini disebabkan keindahan megah, di mana ia berdiri forebodingly dalam Kaldera Tengger lautan pasir sambil memuntahkan asap belerang putih.

Kawah Ijen
Gambar Courtesy:  M Reza Faisal digunakan di bawah Creative Commons Licence
 Kawah Ijen merupakan gunung lain yang populer di Indonesia. Di dalam kawah adalah pirus danau belerang megah yang memancarkan api, api biru di malam hari dan berasap putih hari.
Gunung Semeru 
Gambar Courtesy:  gunungindonesia.com digunakan di bawah Creative Commons Licence
Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Jawa. Penduduk setempat menyebutnya Gunung Mahameru yang berarti The Great Mountain, yang berasal dari gunung Hindu-Buddha mistis Meru dan Sumeru para dewa. Dibutuhkan dua hari mendaki untuk mencapai puncak dan relatif mudah untuk pejalan kaki berpengalaman.

Gambar Courtesy:  Shreyans Bhansali digunakan di bawah Creative Commons Licence

Gunung Merbabu, nama yang diterjemahkan ke Mountain Ash, adalah satu-satunya gunung berapi di daftar ini yang terbengkalai. Itu terletak bersebelahan dengan Gunung Merapi ke arah tenggara di ketinggian lebih dari 3.000 ft. Itu adalah mendaki menantang sampai ke puncak.

Gambar Courtesy:  Robertus B. Herdiyanto digunakan di bawah Creative Commons Licence

Gunung Kerinci, gunung berapi tertinggi di Indonesia dan puncak tertinggi di Sumatera, terletak di dalam Seblat Taman Kerinci Nasional yang merupakan rumah bagi spesies terancam punah - Harimau Sumatera dan Badak Sumatera. Sebuah gunung berapi sama-sama aktif memiliki kegiatan tahunan. Pendakian ke tepi gunung ini memakan waktu sekitar tiga hari dan dua malam.

Gambar Courtesy:  Eternal Vagabond digunakan di bawah Creative Commons Licence
Gunung Batur adalah salah satu gunung berapi aktif yang paling populer berdiri di 1700m ketinggian. Dua jam perjalanan kecil untuk wisatawan dan pejalan kaki memiliki pemandangan matahari terbit dari Bali dan pulau-pulau sekitarnya. Meskipun waktu memakan, pendakian dan pemandangan lanskap dan Danau Batur adalah semua layak pada akhirnya.

Gunung Agung 
Gambar Courtesy:  Ketut Sukandia digunakan di bawah Creative Commons Licence
Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Bali. Ini memiliki makna spiritual ke Bali sebagai pura Besakih. Legenda mengatakan bahwa itu diciptakan oleh Tuhan Hindu Pasupati ketika ia membagi Gunung Meru yang merupakan sumbu spiritual alam semesta. Kenaikan itu sendiri adalah sebuah petualangan dan banyak wisatawan merasa benar-benar bermanfaat setelah mengalami itu.

Gunung Rinjani
Gambar Courtesy:  Trekking Rinjani digunakan di bawah Creative Commons Licence
Gunung Rinjani di Lombok adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Untuk mendaki gunung berapi ini akan mengambil dua hari trekking tapi lihat di puncak adalah semua layak.

Gunung Kelimutu
Gambar Courtesy:  thomas blower digunakan di bawah Creative Commons Licence
Gunung Kelimutu adalah rumah ke danau tri-berwarna terkenal yang orang perjalanan melalui jalan panjang yang berliku-liku hanya untuk mendapatkan. Danau yang dalam warna biru, hijau dan merah karena zat vulkanik dan perubahan warna tergantung pada musim dan waktu membuatnya ajaib.

Dengan letusan gunung berapi sering dan gempa bumi, Indonesia memiliki kehormatan menakutkan menjadi negara yang paling geologis penuh gejolak di dunia. Indonesia adalah harus-mengunjungi tempat untuk pendaki gunung untuk mengeksplorasi kekayaan flora dan fauna dari pekerjaan dan beberapa keindahan pemandangan menakjubkan.