Antara Pemabuk Khomer Dan Mabuk Kenikmatan

15:38 0
ilmutasawufcom images
Anda Yakin Lebih baik dari Pemabuk? Renungkan Nasihat Syeikh Imam Muhammad Al-Ghazali, ulama kenamaan Mesir berikut.
Suatu hari Aku berkata kepada peminum minuman keras: "Kenapa engkau tidak taubat kepada Allah?". Dia menatapku dengan perasaan yang hancur, berlinang air mata lalu dia berkata: " Syeikh doakanlah Aku".
Aku merenungi keadaan pria itu, dan hatiku luluh karenanya; tangisannya menunjukkan kesadaran atas kelancangannya menerjang larangan Allah, kesedihannya adalah pengakuan atas kecerobohannya, dan dia mempunyai keinginan kuat untuk memperbaiki diri. Dia sungguh-sungguh orang beriman, Aku sangat yakin, namun dia diuji oleh Allah. Dia begitu ingin mendapatkan penjagaan dari Allah ('afiyah), dan ia memohon aku mendekatkannya.
Aku berkata pada diriku, diri ini tak jauh beda dengan pria itu atau boleh jadi Aku lebih buruk. Betul Aku sama sekali belum pernah meminum minuman keras, tapi karena memang lingkungan pergaulanku tidak mengenal minuman keras. Namun Aku seringkali lalai kepada Allah yang ta ubahnya dan sama buruknya dengan meminum minuman keras, karena lalai, Allah hilang dari kesadaran ku. Dan Aku lupa hak-hak Allah. Pria peminum khomer itu menyesali perbuatannya, sedangkan Aku dan orang yang kondisinya sama denganku tak pernah menyesali kekeliruan kami. Kami tertipu oleh angan-angan kami sendiri.
Aku menatap pria peminum yang meminta doa dariku, aku katakan padanya ayo berdoa bersama-sama: " Ya Allah kami sungguh menganiaya diri kami, seandainya Engkau tidak mengampuni kami niscaya kami dalam keadaan merugi".
Aku berpesan pada para da'i yang sering berdakwah atau berceramah berhati-hati lah terhadap orang lain, sungguh-sungguh lah memahami agama karena orang yang dikehendaki buruk maka ia tidak diberi pemahaman yang baik tentang Agama, walaupun dia adalah pendakwah ulung yang ceramah di berbagai penjuru kota.
Imam Muhammad Al-Ghazali ( Ulama Besar dan penulis kenamaan Mesir). Dalam bukunya "Dustur Tsaqafiyah Baina al-muslimin".

Oleh: Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

Cara Menghilangkan Egois (KE-AKU-AN)

15:18 0
Habib Muhammad Luthfi bin Yahya
Allah Swt. dalam memberikan fadhail (keutamaan-keutamaan) kepada para nabi, sampai kepada para waliNya dan para ulama shalihin pun berbeda. Sampai kenikmatan apa yang diberikan kepada kita semua hari ini (Jum'at Kliwon) sampai hari kiamat tidak akan ketemu lagi nikmat seperti hari ini, walaupun Jum'at Kliwonnya tidak berubah. Kenikmatan demi kenikmatan walau berganti-ganti waktu semuanya itu tidak akan kita temukan (kenikmatan yang sama) sampai hari kiamat. Karena begitu agungnya fahmat dan fadhal Allah Swt.
Allah Swt. apabila memberikan keistimewaan, seperti contoh yang kecil tapi kita akan mengalami semuanya, diantaranya diberi tawassul; kelak manusia akan menghadapi timbangan (mizan)Nya. Jika kita bertanya secara tauhid, Allah Swt. tidak (mustahil) ta'alluq (bergantung) kepada sesuatu apapun. Memberikan timbangan (mizan) kelak amal seseorang akan ditimbang bukan berarti Allah tidak mengetahui amal-amal yang telah diperbuat oleh manusia. Dan manusia, setiap hamba yang shalih akan mendapatkan suatu imbalan atau pahala. Pahala diberikan kepada hambaNya itu fadhal dari Allah Swt. Kita bisa menjalankan amal yang shalih juga tidak terlepas dari fadhalNya (Allah Swt.).
Dalam dunia tasawuf, sampai akhirat pun maqamatil ananiyah (akuisme/ego) di hadapan Allah Swt., supaya kita tidak mempunyai ananiyah, maka diberi timbangan sendiri oleh Allah Swt. Supaya tau bahwa Allah Swt. Mahamengetahui dan Mahamengerti, tapi hambaNya yang tidak mengerti.
Terkadang kita sendiri lupa kalau sudah merasa setiap malam beribadah lebih untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kita bisa beribadah malam hari dan lain sebagainya, merupakan thariqah-thariqah (perjalanan) untuk menuju dekat kepada Allah Swt. Tapi terkadang sifat lupa kita ini selalu mengiringi bahwa pendekatan diri kita, dekat kita kepada Allah, itu karena fadhalNya.
Hingga kemudian yang muncul adalah "Aku", merasa mampu bisa begini dan begitu. Keakuan itu tidak diiringi dengan perasaan bahwa semua itu adalah fadhal dari Allah Swt. Padahal kalau kita ngomong dalam bahasa tasawuf atau dalam bahasa filosofi mengatakan, aku, kami, semunya itu tidak abadi. Kalau orang itu sudah mati, aku-nya ke mana? Aku yang abadi punya siapa? La Ilaha illa Ana (Tidak ada dzat yang wajib disembah kecuali Aku (Allah Swt.), yang tidak pernah melentur Aku-nya).
Maha sempurna Allah Swt. Aku-nya Allah Swt. abadi, aku-nya kita hawadits (makhluk), aku-nya kita dha'if (lemah). Kalau sudah demikian mau ngomong apa? Dengan keakuan yang bisa menghilangkan di hadapan Allah Swt., justru di situlah pintu mustajabah dari Allah Swt. Karena membuang sifat akunya bahwa orang itu atau hamba tersebut merasa dirinya faqir (merasa sangat butuh).
Kelak di hari akhir ketika menghadapi timbangan (mizan) Allah Swt., supaya kita membuka mata lebih jauh apa yang kamu perbuat di dunia ini sudah mampu begini dan begitu, agar kita mengetahui keagungan dan qadar Allah Swt. yang diberikan kepada kita dengan muamalah yang kita amalkan. Amal shalih kita ketika di dunia ini untuk menggapai dan mengetahui rahmat Allah Swt., ternyata amal kita setelah ditimbang, kita mengetahui dengan mata kepala sendiri, belum ada apa-apanya dibanding dengan betapa besar rahmat Allah Swt. yang diberikan kepada kita. Bagaikan satu ujung rambut yang paling kecil di tengah lautan, tak ada artinya apa-apa.
Begitupula bagaimana perjuangan-perjuangan para nabi terdahulu. Bagaimana Nabi Nuh As. menghadapi perjuangannya pada waktu itu, yang paling berat ketika berhadapan dengan anaknya sendiri. Ketika berhadapan dengan anak, untuk tarbiyah (didikan) kita semua, mungkin agak pedas dan semoga tidak terjadi. Kita contohkan diri sendiri, terkadang kita bisa mengajar di lingkungan yang didatangi oleh ribuan dan ratusan orang dengan memberikan fatwanya yang luar biasa, dengan keindahan tutur kata, dengan bacaan-bacaan dari para ulama shalihin al-'arifin yang telah dipahami, begitu enaknya saat menasehati (taushiyah), dan lain sebagainya. Tapi Ketika kita berhadapan dengan anak kita sendiri yang kebetulan tidak menaati peraturan orangtuanya, mungkin lebih mudah kita mengajak dengan jumlah yang sekian banyaknya daripada menghadapi anak kita sendiri. Itu cobaan yang paling top, memerlukan kesabaran.
Ketika anak kita nakal takut nama kita jelek, kita perang dengan nafsu diri sendiri dengan faktor anak. Ini tidak sadar dihantui, melekat pada hati diri kita masing-masing. Terkadang kita malu kepada manusia tapi tidak malu kepada Allah Swt. Ini tantangan, gengsi dan sebagainya. Itulah diantaranya yang dihadapi Nabi Nuh As. dengan anaknya. Nabi Nuh mampu melepaskannya dari pengaruh siapa saya, berjuang terus tidak ambil pusing mau dikatakan apapun oleh umatnya. Kita terkadang memberi dan mengambil contoh, tapi terkadang salah untuk menutupi aibnya sendiri lalu mengatakan orang lain, mengambil contoh dari orang lain. Ini anaknya Nabi Nuh As. untuk meningkatkan martabat ayahnya.
Nabi Ulul Azmi hanya 5; Nabi Nuh, Nabi Ibrahim (Khalilullah), Nabi Musa (Kalimullah), Nabi Isa (Ruhullah), dan Nabi Muhammad Saw. (Habibullah). Pembesar Ulul Azmi adalah nabi dan junjungan kita Sayyidina Muhammad Saw.
Apa yang dihadapi Nabi Nuh As. adalah percontohan yang luar biasa. Hebatnya, Yang Maha Kuasa (Allah Swt.) menggunakan kalimat (ayat al-Quran) yang luar biasa.
Tetap menjaga keistimewaan dan kebesaran Nabi Nuh. Dengan apa ayatnya? Tidak dengan mengatakan "Innahu laisa min abnaik" (Dia bukan anakmu), tapi dibawa oleh Allah Swt., "Innahu laisa min ahlik" (Sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu). Betapa halusnya Allah Swt. kepada kekasihNya, begitu hebat akhlak dan adab Yang Maha Kuasa terhadap rasulNya, kepada nabiNya, kepada kekasihNya.
إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ
"Sesungguhnya dia (mereka) bukan keluargamu (ya Nuh)." (QS. Hud ayat 46).
Menggunakan kata "ahlun" karena bisa berarti keponakan, anak kandung, anak keponakan, santri yang tinggal di rumahnya, anak adopsi juga bisa. (Nabi Nuh) diangkat (derajatnya) oleh Allah Swt. Anak adalah anak, apapun (dan bagaimanapun) anak nabi dan rasul, Nabi dan Rasul adalah bapaknya.
Begitupula apa yang terjadi pada Nabi Muhammad Saw. dalam menghadapi pamannya sendiri, Abu Lahab. Jangan dikira Abu Lahab tidak mengetahui bahwa Rasulullah itu benar. Dia mengakui, jangan dikira tidak. Hanya saja dia tidak percaya atas nubuwah (kenabian) dan risalah yang dibawa Rasulullah Saw.
Sifat Abu Lahab adalah sifat bapak. Betapa Rasulullah Saw. menjaga akhlak dan adabnya menghadapi pamannya yang demikian dengan penuh kesabaran yang luar biasa. Rasulullah Saw. mengerti bahwa taufiq dan hidayah bukan di tangan para nabi, rasul, wali, malaikat dan manusia, mutlak kehendak Allah Swt. Kita melangkah untuk mengajak, untuk berikhtiar, untuk mendapatkan taufiq dan hidayah.
Sebagai ibrah (pelajaran) untuk kita semua, hebatnya Allah Swt. ketika memberikan khabar tidak ada dhamir (kata ganti yang mengarah kepada Nabi Saw.). Karena siapa, karena apa? Karena Allah Swt. menghormati kekasihNya (Nabi Muhammad Saw.). Walaupun Abu Lahab demikian, apapun dia adalah paman Nabi Saw. Maka suratnya yang datang adalah surat al-Lahab, tidak pakai dhamir tapi langsung mukhathab, kasih khabar ayatnya karena ta'dziman (menghormati) kepada Baginda Nabi Muhammad Saw.
Bahkan para ulama besar jika membaca surat Tabbat (al-Lahab) mereka tidak mau membacanya dengan keras. Padahal mereka tahu betul kalau ini adalah wahyu dari Allah Swt., tapi karena ta'dziman. Sejahat-jahatnya Abu Lahab dia adalah pamannya Nabiy Muhammad Saw. Jadi kita membaca surat Tabbat tidak keras karena ta'dziman kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Itu akhlak dan adab yang dimiliki oleh Baginda Nabi Muhammad Saw.
Begitupula bagaimana ketika Rasulullah berhadapan di Thaif sampai giginya patah separo terkena lemparan batu. Padahal kalau mau, Malaikat Jibril As. sudah siap (turun tangan) untuk menimpakan gunung, tinggal menunggu perintah Nabi Saw. Tapi Rasulullah Saw. tidak mempunyai sifat seperti itu. Malah didoakan "Allahummahdi qaumiy fainnahum la ya’lamun" (Ya Allah, berilah hidayah untuk ummatku karena sesungguhnya mereka belum mengetahui).
Sebetulnya kita harus banyak bercermin kepada akhlaknya Baginda Nabi Saw. Di kehidupan sehari-hari kita bercermin kepada Rasulullah Saw. Kita mau begini dan begitu selalu melihat dan mengikuti sunnah-sunnahnya Rasulullah Saw. Wallahu a'lam. (Disarikan dari Pengajian Jum'at Kliwon Kanzus sholawat Pekalongan 07 Oktober 2016.

oleh:Habib Muhammad Luthfi bin Yahya
*MT Darul Hasyimi/Ibj).

Penelitian Tentang Cara Islam Menyembelih Sapi Membuat Orang Barat Terkejut

18:25 0
sembelih sapi image www.facebook.com/id.torch/
Assalammualaikum
Orang Barat Terkejut Dengan Cara Islam Menyembelih Sapi
Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut.
Simak penelitian ini.
1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari'atnya membuktikan penelitian ilmu modern.
2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?
3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.
4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.
5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.
6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.
7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!
8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:
Penyembelihan Menurut Syariat Islam
Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:
Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.
Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.
Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).
Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.
Penyembelihan Cara Barat
Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).
Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).
Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.
Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.
Bukan Ekspresi Rasa Sakit!
Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!
Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.
Subhanallah… Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini.
Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan yang tersimpan di dalamnya.

sumber: FB TORCH/www.facebook.com/id.torch/posts

Penghormatan Presiden Soekarno Kepada Rosululloh SAW

16:16 0
Presiden soekarno

Diceritakan oleh Abuya Alhabib Abu Bakar bin Hasan Alatos Azzabidi:

Alasan mengapa makam bung karno sampai saat ini didatangi banyak orang. Adalah penghormatan beliau yang tinggi kepada Nabi Muhammad SAW karena ketika mengunjungi arab saudi ketika berjalan di kota madinah bersama raja saudi saat itu bung karno bertanya pada raja saudi "dimana makam nya Rasulullah SAW ya raja?" Raja saudi menjawabnya "oh itu makam Rasulullah SAW sudah terlihat dari sini"
Maka saat itu juga bung karno melepaskan atribut-atribut pangkat kenegaraanya,
Raja heran dan bertanya pada bung karno "kenapa anda melepaskan itu semua?" "Yang ada di sana itu Rasulullah SAW pangkatnya jauh lebih tinggi dari kita aku dan dirimu..."Lantas bung karno berjalan sampai ke makamnya baginda Nabi Muhammad SAW" (dalam riwayat lain beliau merangkak)
Cerita ini disampaikan oleh Sayyid Husein Muthahar yang banyak menciptaan lagu lagu perjuangan seperti hari merdeka (17 agustus tahun 45) hymne pramuka dan syukur dll beliau yang saat itu ikut bersama bung karno
Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wasalam
amrun_lathifAllahumma sholli ' ala Sayyidina Muhammad wa ' ala Ali Sayyidina Muhammad..........

Assalamu'alaika ayyuhannabiyyu warohmatullahi wa barokatuh.

sumber: Majelis Raudlatul 'Arifin
#majelisrasulullahsaw_jatim اللهم صل وسلم وبارك عليه —

Bagi Yang Hobi memandangi atau Melihat Wanita T3lanjang, Tolong Share

13:30 1
menutup mata alsaawodpress images
Bagi yang hobi memandangi atau melihat wanita telanjang, coba baca nasihat sederhana berikut.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ رَدِيفَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَتْهُ امْرَأَةٌ مِنْ خَثْعَمَ تَسْتَفْتِيهِ فَجَعَلَ الْفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَتَنْظُرُ إِلَيْهِ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصْرِفُ وَجْهَ الْفَضْلِ إِلَى الشِّقِّ الآخَرِ
“Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, ia berkata, Al-Fadhl bin ‘Abbas pernah berboncengan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu datanglah seorang wanita dari Khats’am ingin meminta fatwa pada beliau. Saat itu Al-Fadhl terus memandangi wanita tersebut. Wanita tersebut pun melihat Al-Fadhl. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memalingkan wajah Al-Fadhl ketika itu ke sisi yang lain.” (HR. Abu Daud, no. 1809, shahih menurut Syaikh Al-Albani)
Ibnul Qayyim berkata,
وهذا منع وإنكار بالفعل، فلو كان النظر جائزا لأقره عليه
“Apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan larangan dan pengingkaran dengan praktik. Seandainya memandangi wanita seperti itu dibolehkan, tentu tidak dibiarkan seperti itu.” Dinukil dari Raudhah Al-Muhibbin.
Sama halnya ketika ada yang nongkrong di pinggir jalan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingatkan untuk menundukkan pandangan.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ » . فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ ، إِنَّمَا هِىَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا . قَالَ « فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا » قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ « غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الأَذَى ، وَرَدُّ السَّلاَمِ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ »
“Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan”. Mereka bertanya, “Itu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkrama”. Beliau bersabda, “Jika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu maka tunaikanlah hak jalan tersebut”. Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan di jalan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar”. (HR. Bukhari no. 2465)
Perintah menundukkan pandangan itu ada demi terselamatkan kita dari pikiran untuk berbuat mesum hingga akhirnya berujung pada zina. Karena awalnya zina adalah dari memandang.
Dari sini apakah jadi halal jika seorang muslim memandang video porno dan gambar telanjang?
Semoga Allah memberikan kita taufik untuk menaati aturan Allah dan Rasul-Nya. Moga kita pun terselamatkan dari zina.

Selesai disusun di Pesantren DS, Panggang, Gunungkidul, 15 Rabi’uts Tsani 1437 H
Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal
Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam

Cara Download di Link Shortener ouo.io

11:26 0

Postingan ini MF buat karna banyak yang request tutorial untuk melewati link shortener ouo.io. joss, sebelum lanjut ke tutorialnya MF akan menjelaskan apa itu ouo.io yang mimin ketahui dan alasan MF menggunakannya.

Ouo.io adalah sebuah situs URL shortener (memperpendek url), oh iya mungkin ada diantara kalian mengenal situs shortener bit.ly, Adfly sebenarnya cara kerja ouo.io mirip2lah dengan itu hanya bedanya di situs ouo.io menyisipkan iklan di dalam linknya.

Untuk alasan kenapa MF memakai ouo.io yaitu ada 2.
1. Untuk memperpendek URL / lebih tepatnya supaya link host downloadnya tidak cepat mati. dan untuk yang terakhir
2. Tentu saja sekaligus cari recehan :D (biasanya para blogger nyebutnya situs recehan) :D

Oke, kita lanjut ke tutorialnya:


Setelah masuk ke situs ouo.io silahkan centang tulisan i’m not a robot
Lalau akan muncul “popup” untuk verifikasinya


Pada gambar diatas MF disuruh untuk memilih waterfalls (air terjun), maka klik gambar yang ada air terjunnya (minimal 2 gambar).
Setelah itu klik Verify


Tunggu selama 3 detik, lalu klik link GET LINK

Selesai, setelah itu akan diarahkan ke link yang sebenarnya